Selasa, 25 April 2017

METAFISIKA

A. Pendahuluan

Cabang utama metafisika adalah mitologi, studi mengenai kategorisasi benda-benda di alam dan lingkungan antara satu dan lainnya. Ahli metafisika juga berupaya memperjelas pemikiran-pemikiran manusia mengenai dunia, termasuk keberadaan, kebendaan, sifat, ruang, waktu, hubungan sebab akibat dan kemungkinan.

Cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat obyek (fisik) didunia adalah metafisika. Dimana didalamnya menjelaskan study keberadaan atau realitas. Metafisika mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti   :1. Apakah sumber dari suatu realitas  ?.....
                                                 2. Apakah Tuhan itu ada  ?.....
                                                 3. Apa tempat manusia di dalam semesta  ?.......
Penggunaan istilah metafisika telah berkembang untuk merujuk pada hal-hal yang diluar dunia fisik. Beberapa tafsiran metafisika, diantaranya menurut M.J. Langeveld (tt; 132) dengan mengutip dari apa yang dikatakan  oleh Nicolai Hartman mengartikan bahwa metafisika adalah tempat khusus yang diperuntukkan bagi obyek-obyek transenden, daerah spekulatif bagi tanggapan-tanggapan tentang Tuhan, kebebasan dan jiwa, juga sebagai pangkalan bagi sistem-sistem spekulatif, teori-teori dan tanggapan dunia terhadap sesuatu yang eksistensinya di luar dimensi yang fisik-empirik.
Manusia mempunyai beberapa pendapat mengenai tafsiran metafisika. Tafsiran yang pertama yang dikemukakan oleh manusia terhadap alam ini adalah bahwa terdapat hal-hal gaib (supranatural)  dan hal-hal tersebut bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibandingkan alam yang nyata. Pemikiran seperti ini disebut  pemikiran supernaturalisme. Dari sini lahir tafsiran-tafsiran cabang misalnya animisme. Selain faham diatas, ada juga paham yang disebut paham naturalisme. Paham ini amat bertentangan dengan paham supernaturalisme. Paham naturalisme mengganggap bahwa gejala-gejala alam tidak disebabkan oleh hal-hal yang bersifat gaib, melainkan karena kekuatan yang terdapat dalam itu sendiri, yang dapat dipelajari dan diketahui. Orang-orang yang menganut paham naturalisme ini beranggapan seperti itu karena standar kebenaran yang mereka gunakan hanyalah logika akal semata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar